Penguatan Ekonomi RI Jadi Alasan Menkeu Ajak Warga Lepas Dolar

Penguatan Ekonomi RI Jadi Alasan Menkeu Ajak Warga Lepas Dolar

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini nilai tukar rupiah akan bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) seiring dengan prospek perekonomian nasional yang semakin baik. Dalam rapat bersama dengan Dewan Perwakilan Daerah di kompleks Senayan, Jakarta, Menkeu bahkan berkelakar bagi yang memiliki dolar lebih baik dijual saja.

“Ini ya, kalau ekonomi kita tumbuh dengan bagus, asing pasti masuk ke sini. Investor asing pasti masuk ke sini. Rupiah pasti akan menguat dengan signifikan,” kata dia dikutip dari Zona Bisnis, Metro TV, Rabu, 5 Oktober 2025.

“Jadi, Bapak-bapak, Ibu-ibu jangan pegang dolar sekarang. Jual saja. Begitu ekonomi jalan ini menguat dengan signifikan,” ujarnya.

Sementara itu hari ini, Selasa, 5 Oktober 2025,  Dolar AS menguat pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat. Penguatan mata uang Paman Sam ini mengekor kondisi sebelumnya yang menguat.

Melansir Xinhua, Rabu, 5 November 2025, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, menguat 0,35 persen menjadi 100,225 pada pukul 15.00 (20.00 GMT).

Pada penutupan perdagangan di New York, euro melemah menjadi 1,1479 dolar AS dari 1,1520 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound sterling melemah menjadi 1,3015 dolar AS dari 1,3138 dolar AS pada sesi sebelumnya.’

Dolar AS dibeli 153,63 yen Jepang, lebih rendah dari 154,19 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS menguat menjadi 0,8105 franc Swiss dari 0,8077 franc Swiss, dan menguat menjadi 1,4101 dolar Kanada dari 1,4052 dolar Kanada. Dolar AS naik menjadi 9,5861 kronor Swedia dari 9,4827 kronor Swedia. Dikutip dari metrotvnews.com